Hadits Kedua tentang Islam, Iman dan Ihsan

Sebelumnya saya telah menulis artikel yang berjudul Hadits Pertama tentang Amal Tergantung Niatnya.
Daftar Isi:
  1. Haditsnya
  2. Bunyi Haditsnya
  3. Arti Haditsnya
  4. Kandungan Haditsnya

Haditsnya

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ ٱللَّهُ عَنْهُ اَيْضًا قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللّٰهِ صَلَّى ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ اِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ , لَا يُرَى عَلَيْهِ اَثَرُ السَّفَرِ وَلَا يَعْرِفُهُ مِنَّا اَحَدٌ, حَتَّى جَلَسَ اِلَى النَّبِيِّ صَلَّى ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, فَاَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ اِلَى رُكْبَتَيْهِ, وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ, وَ قَالَ: يَا مُحَمَّدُ اَخْبِرْنِيْ عَنِ الْاِسْلَامِ, فَقَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : (( الْاِسْلَامُ اَنْ تَشْهَدَ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا  اللّٰهُ وَاَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللّٰهِ, وَتُقِيْمَ الصَّلَاةَ, وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ, وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ, وَتَحُجَّ الْبَيْتَ اِنِ اسْتَطَعْتَ اِلَيْهِ سَبِيْلًا )). قَالَ : صَدَقْتَ. فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْاَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ.  قَالَ : (( اَنْ تُؤْمِنَ بِاللّٰهِ, وَمَلَائِكَتِهِ, وَكُتُبِهِ, وَرُسُلِهِ, وَالْيَوْمِ الْاۤخِرِ, وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ)). قَالَ : صَدَقْتَ. قَالَ : فَاَخْبِرْنِيْ عَنِ الْاِحْسَانِ, قَالَ : (( اَنْ تَعْبُدَ اللّٰهَ كَاَنَّكَ تَرَاهُ فَاِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَاِنَّهُ يَرَاكَ )). قَالَ : فَاَخْبِرْنِيْ عَنِ السَّاعَةِ, قَالَ : (( مَا الْمَسْؤُوْلُ عَنْهَا  بِاَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ )). قَالَ : فَاَخْبِرْنِيْ عَنْ اَمَارَاتِهَا, قَالَ : ((  اَنْ تَلِدَ الْاَمَةُ رَبَّتَهَا, وَ اَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُوْنَ فِي الْبُنْيَانِ )), ثُمَّ انْطَلَقَ, فَلَبِثْتُ مَلِيًّا, ثُمَّ قَالَ : (( يَا عُمَرَ اَتَدْرِيْ مَنِ السَّائِلُ ؟ )) قُلْتُ : اللّٰهُ وَرَسُوْلُهُ اَعْلَمُ . قَالَ : (( فَاِنَّهُ جِبْرِيْلُ اَتَاكُمْ دِيْنَكُمْ )). رواه مسلم

Bunyi Haditsnya

'An 'umaro rodhiyawloohu 'anhu aydhon koola : baynamaa nahnu juluusun 'inda rosuulillaahi shollawloohu 'alaihi wa sallama dzaata yaumin idz thola'a 'alainaa rojulun syadiidu bayaadhits tsiyaabi syadiidu sawaadisy sya'ri, laa yuroo 'alaihi atsarus safari wa laa ya'rifuhu minnaa ahad, hattaa jalasa ilannabiyyi shollawloohu 'alaihi wa sallam, fa asnada rukbataihi ilaa rukbataihi, wa wa dho'a kaffaihi 'alaa fakhidzaihi, wa koola : yaa Muhammad(u) akhbirnii 'anil islaam, fakoola rosuuluwloohi shollawloohu 'alaihi wa sallam : (( al islaamu an tasyhada an laa ilaaha illawlooh wa anna muhammadan rosuuluwlooh, wa tukiimash sholaata, wa tu tiyaz zakaata, wa tashuuma romadhoona, wa tahujjal baita inis ta tho'na ilaihi sabiilaa )). Koola : shodak(e)ta. Fa'ajibnaa lahu wa yushoddikuhu. Koola : fa akhbirnii 'anil iimaan, koola : ((an tu mina billaahi, wa malaa ikatihi, wa kutubihi, wal yaumil aaakhiri, wa tu mina bil kodari khoirihi wa syarrihi)). Koola: shodak(e)ta. Koola : fa akhbirnii 'anil ihsaan. Koola : (( an ta'budawlooha ka annaka taroohu fain lam takun taroohu fainnahu yarooka)). Koola : fa akhbirnii 'anis saa'ah, koola : (( mal mas uulu 'anha bi a'lama minas saa il)). Koola : fa akhbirnii 'an amaarootihaa, koola : (( an talidal amatu robbatahaa, wa an tarol hufaatal 'urootal 'aalata ri'aa asy syaa i yatathoowaluuna fil bun yaa ni)), tsumman tholako, falabits tu maliyyan, tsumma koola : ((yaa 'umaro, atad(e)rii manis saa il?)) kultu : awloohu wa rosuuluhu a'lam. Koola :((fa innahu jibriilu ataakum yu'allimukum diinakum)). Rowaahu muslim&nbsp

Arti Haditsnya

" Dari Umar bin al-Khathab, bahwa ia berkata : "suatu ketika kami (para Sahabat) duduk di dekat Rasulullah. Dan tiba-tiba hadir laki-laki yang mengenakan pakaian yang amat putih serta rambutnya sangatlah hitam. Tidak terlihat tanda-tanda bekas perjalanan darinya dan tidaklah ada seorang pun dari kami yang mengenalnya. Ia bersegera duduk di hadapan Nabi lantas lututnya disandarkan ke lutut beliau serta meletakkan kedua tangannya di atas kedua paha Nabi. Kemudian, ia berkata : 'Wahai Muhammad! Beri tahukan kepadaku tentang Islam.' Rasulullah menjawabnya : 'Islam itu adalah engkau bersaksi tidak ada ilah (sesembahan/tuhan) yang berhak untuk diibadahi dengan benar melainkan Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasul Allah, mendirikan sholat, menunaikan zakat, dan berpuasa pada bulan Ramadhan, juga menunaikan ibadah haji ke Baitullah (Makkah) bila engkau telah mampu melakukannya'. Kemudian laki-laki itu berkata :'Engkau benar'. Maka kami pun terheran-heran, sebab ia yang bertanya lalu ia juga yang membenarkannya. Lalu laki-laki itu bertanya lagi: 'Beritahukan kepadaku tentang Iman'. Nabi pun menjawab : 'Iman adalah engkau beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, serta Rasul-Rasul-Nya, hari akhir, juga beriman terhadap takdir baik dan buruk'. Ia berkata : 'Engkau benar'. Kemudian laki-laki itu bertanya lagi: 'Beritahukan kepadaku tentang ihsan'. Rasulullah menjawab :'Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seakan engkau melihat-Nya; dan jika engkau tidak melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihatmu'. Kemudian laki-laki itu bertanya lagi: 'Beritahukan kepadaku kapan waktu terjadinya Kiamat'. Nabi menjawab :'Yang ditanya tidak lebih tahu daripada yang bertanya'. Kemudian laki-laki itu bertanya lagi :'Beritahukan kepadaku tentang tanda-tandanya!' Maka Nabi menjawab :' Bila seorang budak wanita sudah melahirkan tuannya, jikalau engkau melihat seorang yang telanjang kaki tanpa memakai baju miskin papa, serta penggembala kambing telah saling berlomba mendirikan bangunan-bangunan nan megah yang menjulang tinggi'. Kemudian laki-laki itu bergegas pergi. Aku terdiam hingga Nabi bertanya kepadaku: 'Wahai Umar, tahukah engkau siapa yang bertanya tadi?' Maka Aku menjawabnya : 'Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui'. Beliau bersabda: 'Sesungguhnya ia adalah Malaikat Jibril yang datang untuk mengajarkan kalian tentang urusan agama kalian'. (HR. Muslim)

Kandungan Haditsnya

1. Hadits ini menjelaskan tanda-tanda kiamat yang kecil.
2. Hadits ini menegaskan haramnya durhaka terhadap orang tua.
3. Hadits ini menunjukkan Salah satu cara dari cara-cara pembelajaran ilmu agama yaitu metode tanya jawab.
4. Membangun dan meninggikan bangunan selama tidak untuk keperluan yang sangat mendesak (dharurah) itu hukumnya makruh.
5. Tidak ada seorangpun yang tahu kapan terjadinya hari kiamat.
6. Sebagai petunjuk bahwa malaikat mampu mengubah bentuk wujud menyerupai manusia.
7. Wajib bertanya perihal permasalahan agama kepada ahli ilmu atau ulama Ahlus Sunnah.
8. Syaitan dapat menyesatkan manusia melalui jalan syahwat dan syubhat.
9. Hadits ini sebagai petunjuk bahwa malaikat mampu mengubah bentuk menyerupai manusia.
10. Tidak akan mengurangi kedudukannya apabila jujur tidak mengetahui tentang hal yang ditanya.
11. Menjelaskan ilmu tauhid terbagi menjadi 3 yaitu Tauhid rububiyah, uluhiyah, dan asma wa sifat.

Belum ada Komentar untuk "Hadits Kedua tentang Islam, Iman dan Ihsan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel