Fikih Berpuasa Ramadhan yang Wajib Diketahui

Daftar Isi:

  1. Keutamaan Bulan Ramadhan
  2. Cara Menentukan Awal Ramadhan dan Berakhirnya
  3. Hukum Puasa Ramadhan
  4. Keutamaan Puasa Ramadhan
  5. Waktu Niat Berpuasa Ramadhan
  6. Mengqadha Puasa Ramadhan
  7. Perbuatan-perbuatan baik yang lebih utama dilakukan pada bulan Ramadhan selain Berpuasa

Keutamaan Bulan Ramadhan

1. Ketika Ramadhan tiba, setan-setan dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup dan pintu-pintu surga dibuka Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
 اِذَا جَاءَ رَمَضَانَ فُتِّحَتْ اَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَ غُلِّقَتْ اَبْوَابُ النَّارِ وَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِيْنُ
 "Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu"
 2. Terdapat malam yang penuh kemuliaan dan keberkahan Yaitu malam lailatul qadr.
Dalilnya terdapat di Al-Qur'an surat Ad-Dukhan ayat 3 dan Al-Qadr ayat 1-3.
3. Sebagai salah satu waktu yang tepat dikabulkannya do'a
Dari Jabir bin 'Abdillah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
اِنَّ لِلّٰهِ فِيْ كُلِّ يَوْمٍ عِتْقَاءَ مِنَ النَّارِ فِيْ شَهْرِ رَمَضَانَ وَ اِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً يَدْعُوْبِهَا فَيَسْتَجِيْبُ لَهُ 
"Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do'a maka pasti dikabulkan"
 4. Merupakan bulan diturunkannya Al Qur'an
Allah Ta'ala berfirman di surah Al Baqarah ayat 185

Cara Menentukan Awal Ramadhan dan Berakhirnya

1. Melihat hilal (bulan sabit) Ramadhan / ru'yah al-hilal
Berdasarkan dalil al qur'an surah Al-Baqarah ayat 185 dan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam
اِذَا رَاَيْتُمُوْهُ فَصُوْمُوْا
 "Bila kalian melihatnya, maka berpuasalah" (HR Muttafaq alaih)
 2. Menyempurnakan bilangan Sya'ban 30 hari Ini adalah cara lain jika hilal tidak dapat dilihat oleh seorang Muslim shalih. Berdasarkan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam,

صُوْمُوْا لِرُؤْيَتِهِ, وَ اَفْطِرُوْا لِرُؤْيَتِهِ, فَاِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ فَاَكْمِلُوْا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلاَثِيْنَ 
"Berpuasalah kalian atas dasar melihatnya (bulan sabit/hilal) dan berbukalah atas dasar melihatnya, lalu bila ia tidak terlihat oleh kalian maka sempurnakanlah hitungan Sya'ban tiga puluh hari" (HR Muttafaq alaih)
 Akhir bulan Ramadhan ditetapkan dengan 2 cara diatas tadi hanya saja di cara yang kedua dirubah menjadi menggenapkan Bulan Ramadhan menjadi tiga puluh hari.

Hukum Puasa Ramadhan

Sedikit mengulas lagi definisi puasa di artikel sebelumnya. Puasa dalam bahasa Arab disebut dengan "shaum". 
Puasa secara bahasa>> artinya menahan diri dari sesuatu.
 Sedangkan secara istilah >> bermakna menahan diri dari segala pembatal disertai dengan niat, sejak dari terbitnya fajar shadiq sampai terbenamnya matahari. Allah mewajibkan puasa Ramadhan, dan menjadikannya sebagai salah satu rukun Islam yang lima, sebagaimana Firman-Nya di surah Al Baqarah ayat 183 dan Al Baqarah ayat 185. Dan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam di hadits ketiga. Kaum Muslimin telah sepakat bahwa dia kafir jika orang itu mengingkarinya.

Keutamaan Puasa Ramadhan

1. Diampuni dosanya yang telah lalu Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
 ... وَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ اِيْمَانََا وَ احْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ 
 "... Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena dasar iman dan berharap pahala kepada Allah, maka diampuni dosanya yang telah lalu"

Waktu Niat Berpuasa Ramadhan

Untuk puasa wajib seperti puasa Ramadhan diwajibkan niat di malam hari. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ لَمْ يُبَيِّتُ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ
 "Barangsiapa tidak meniatkan puasa di malam hari sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya" (HR At Tirmidzi)
 Cukup satu niat pada permulaan Ramadhan untuk satu bulan penuh, namun dianjurkan memperbarui niat pada setiap harinya. Untuk dapat mengetahui rukun-rukun puasa Ramadhan, Hikmah disyariatkannya puasa Ramadhan, Syarat Wajib Puasa Ramadhan, Pembatal Puasa Ramadhan, dan lain-lainnya dapat di klik disini.

Mengqadha Puasa Ramadhan

1. Tanpa udzur/halangan
Ia wajib bersegera mengqadha puasanya sesuai dengan kadar hari berbukanya setelah Ramadhan.
2. Adanya udzur/halangan
Adanya udzur seperti haid (HR Al Bukhari dan ucapan Aisyah radhiyallahu anhaa), nifas, sakit (Al Baqarah ayat 184 & 185), safar (Al Baqarah ayat 184 & 185), kehamilan dan menyusui (HR Abu Dawud), dan yang lainnya yang menyebabkan dibolehkannya berbuka, maka dia wajib mengqadha puasanya akan tetapi tidak diwajibkan untuk bersegera.

Perbuatan-perbuatan baik yang lebih utama dilakukan pada bulan Ramadhan selain Berpuasa

1. Shalat malam
 Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ اِيْمَانََا وَ احْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
 "Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan (shalat taraawiih) dengan dasar iman dan mengharapkan pahala dari Allah niscaya dosa-dosanya yang telah lalu diampuni" 
2. I'tikaf 
Diriwayatkan oleh Al Bukhari bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam beri'tikaf dan beliau terus beri'tikaf di sepuluh akhir bulan Ramadhan.

3. Shadaqah 
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ اَجْرِهِ غَيْرَ اَنْهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ اَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا 
 "Barangsiapa memberi makanan untuk berbuka kepada orang yang berpuasa maka dia memperoleh seperti pahalanya tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikit pun" 
4. Umrah
Berdasarkan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam
 عُمْرَةٌ فِيْ رَمَضَانَ تَعْدِلُ حَجَّةً مَعِيْ

 "Umrah di bulan Ramadhan setara dengan haji bersamaku" 
5. Membaca Al Qur'an
 "Jibril bertemu dengan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam setiap malam di bulan Ramadhan lalu dia bertadarus al Qur'an dengan beliau." Dan masih banyak lagi perbuatan baik lainnya bisa melihatnya "disini".

Untuk dapat mengetahui secara ringkas yang general mengenai puasa bisa dilihat disini

Belum ada Komentar untuk "Fikih Berpuasa Ramadhan yang Wajib Diketahui"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel